Juli 18, 2018

Kahlil Gibran

Biografi Dan Puisi Kahlil Gibran

Kahlil Gibran lahir pada 6 Januari 1983 di dekat Holy Cedar Grove (Semak cedar berduri yang suci) di tepian Wadi qadisha (Lembah Kudus atau Lembah Suci), kota Bishari Lebanon. Namun ketika beranjak dewasa Kahlil Gibran  beserta keluarganya berimigrasi ke Amerika serikat, tepatnya pada tahun 1895 mereka menetap di Pecinan, Boston, sementara ayahnya tetap tinggal di Lebanon. puisi Kahlil gibran masih sering kita temui di berbagai media hingga saat ini.

Dan sekitar tahun 0897 Kahlil Gibran kembali ke lebanon, tempat ia mengukuti kursus intensif di sekolah Al-hikmah. Ia mempelajari berbagai macam mata pelajaran di luar kurikulum dan membenankan diri di dunia kesusastraan arab kuno dan modern. Ia juga berperan aktif mengiatkan kesusastraan kontenporer di dunia arab.

pada tahun 1899 saat datangnya musim panas di Bishari, Kahlil Gibran mengenal seorang wanita dan pada saat itu juga mulai jatuh cinta dengan wanita tersebut. Meskipun banyak dugaan tentang corak hubungannya dan identitas perempuan itu, dapat di pastikan¬† Kahlil Gibran merasa bahwa kisah cinta pertamanya terasa menjengkan dan mengecewakan. Pada saat musim gugur Kahlil Gibran kembali ke boston lewat Paris, dan selang beberapa tahun kemudian Ia menggambarkan kisah cinta pertamanya itu dalam Sayap-sayap Patah (Al-‘Ajnihah al-Mutakassirah….. The Broken Wingd).

sayap sayap patahPada tahun 1902 Kahlil Gibran kembali ke Lebanon, namun kali ini sebagai pemandu jalan sekaligus pengalih bahasa satu keluarga dari Amerika yang sedang pergi ke Lebanon. Tapi saat itu Kahlil Gibran terpaksa harus cepat-cepat kembali ke Boston karena mendengar berita kematian adiknya Sultanah, dan ibunya yang sedang sakit keras.

Pada bulaln Maret 1903 kakak tirinya Boutros menninggal dunia, disusul ibunya bulan Juni pada tahun yang sama meninggalkan Kahlil Gibran dan adiknya Mariana, Ibunya, kak tirinya, dan adiknya meninggal di karenakan serangan penyakit tuberkulosis.

Sekitar tahun 1904 Kahlil Gibran sudah mulai menarik perhatian sebagai seorang seniman. Fred holland day, sesorang fotografer ternama, menjadi orang pertama yang mengadakan pameran lukisan dan gamabr penyair itu di studionya. Pada bulan Februari pameran kedua di adakan di Cambrige School. lembaga pendidikan swasta yang dimiliki dan di kelola oleh Marry Haskell, yang menjadi teman dekat, pelindung dan juga sponsor Kahlil Gibran. saat itu Kahlil gibran mengenal seorang perempuan yang impulsif dan cantik bernama Emilie Michel perenpuan berkebangsaan Perancis, Konon saat itu Kahlil Gibran menaruh hati dan jatuh cinta kepada nya.

Pada tahun 1905 Kahlil Gibran menerbitkan buku Musik (Al-musiqah) buku pertamanya dengan bahasa Arab.Selanjutnya pada tahun 1906 Kahlil Gibran menerbitkan bukunya Bidadari Lembah (Ara’is al-Muruj….Nimphs Of The Valley) dari sini IA mendapatkan reputasi sebagai seorang yang revolusioner dan seorang pemberontak, karena buku tersebut berisi kritik pedas terhadap NEgara dan Gereja. Reputasi ini kemudian memudar semenjak Ia menerbitkan karya-karya mistiknya. Tahun 1908 disamping menyiapkan penerbitan Semangat pemberontak (Al-Arwah al-Mutamarridah……Spirits Rebellious), Kahlil Gibran juga menggarap Falsafah Religi dan Religiositas (Falsafat al-Din wa ‘I-Tadayyun), yang tidak pernah di terbitkan. Tapi berkat kemurahan hati Mary Haskell yang bertekad membantu Kahlil Gibran memenuhi ambisinya menjadi seorang pemikir dan seniman besar, Kahlil Gibran pun berangkat ke Paris, lalu singgah ke London untuk belajar di Academie Julien dan di Ecoles des Beaux-Arts, Selama tinggal di Paris Ia berhubungan dengan kesusastraan Eropa, membaca karya-karya penulis prancis dan Inggris Kontenporer, Kahlil Gibran juga amat tertarik pada karya William blake, yang kemudian amat mempengarui pikiran dan seninya, dan sejenak terpesona oleh mantra Friedrich Nietzsche, Thus Spoke Zarathustra. namun pengaruh Nietzsche tidak berlangsung lama hingga Kahlil Gibran berkiblat kepada pengaruh Blake.

Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

Pada tahun 1911 Kahlil Gibran pindah ke kota New York. Di New York Kahlil Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.

Sebelum tahun 1912 “Broken Wings” telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Kahlil Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya.

Pengaruh “Broken Wings” terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama “Broken Wings” ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.

Kahlil Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Kahlil Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Suriah yang tinggal di Amerika.

Ketika Kahlil Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre Loti, seorang novelis Perancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata pada Kahlil Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak, Kahlil Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat. ocix_81

Sebelum tahun 1918, Kahlil Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, “The Madman”, “His Parables and Poems”. Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam “The Madman”. Setelah “The Madman”, buku Kahlil Gibran yang berbahasa Inggris adalah “Twenty Drawing”, 1919; “The Forerunne”, 1920; dan “Sang Nabi” pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Sebelum terbitnya “Sang Nabi”, hubungan dekat antara Mary dan Kahlil Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Kahlil Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Kahlil Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.

Pada tahun 1920 Kahlil Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Kahlil Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Kahlil Gibran setelah membaca “Sang Nabi”. Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Kahlil Gibran.

Kahlil Gibran menyelesaikan “Sand and Foam” tahun 1926, dan “Jesus the Son of Man” pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, “Lazarus” pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Kahlil Gibran menyelesaikan “The Earth Gods” pada tahun 1931. Karyanya yang lain “The Wanderer”, yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain “The Garden of the Propeth”

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Kahlil Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hepatis dan tuberkulosis, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent’s Hospital di Greenwich Village.

Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Kahlil Gibran.

Jenazah Kahlil Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Mar Sarkis, sebuah biara Karmelit di mana Kahlil Gibran pernah melakukan ibadah.

Sepeninggal Kahlil Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Kahlil Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, “Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku.”

Karena kebesaran dan karya-karya nya Kahlil gibran terasa masih hidup hinggan sekarang, dimana karya-karya selalu di terbitkan oleh penerbit buku era modern sekarang ini.

# Puisi Kahlil Gibran.

About The Author

seorang programer sudah barang tentu tahu dan jago tentang code php, css, html, javascript dan temen-temennya, namun tidak semua programer tahu dan handal tentang kode yang di berikan oleh makluk yang paling misterius yaitu WANITA. di sini ada sisi lain tentang curahan hati canda dan tangis programer autis. ariwarnadotcom [programer juga manusia]

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *